Bagikan:

Liburan Sambil Jadi Relawan di Kepulauan Togean

Berlibur sambil berbagi dan menginspirasi? Kenapa tidak. Jumat, 1 Desember 2017 kemarin, Carelaig melaksanakan Volunteer on Vocation (VoV) di salah satu destinasi wisata terbaik di Indonesia, kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Bekerja sama dengan Everto (Everybody for Togean), organisasi non-profit yang bergerak di bidang sosial lingkungan sejak tahun 2012.

Didukung oleh Atupato Tour sebagai mitra travel perjalanan VoV, 6 relawan dan 3 panitia dari Carelaig bertolak pada pukul 19.00 WITA dari Pelabuhan Penyebrangan Gorontalo dan menumpang kapal Tuna Tomini untuk menuju Pelabuhan Wakai, Togean untuk perjalanan selama kurang lebih 12 jam.

Di hari pertama, para relawan mengunjungi Karina Beach dan Jelly Fish Lake menggunakan perahu mesin, dan kemudan melakukan check in di salah satu penginapan yang ada di Desa Katupat. Sore harinya, para relawan diajak untuk menyaksikan tradisi Walasuji, sebuah tradisi daerah setempat untuk memperingati Maulid Nabi Mohammad SAW.

Desa Katupat, Kepulauan Togean memiliki serangkaian kegiatan pada peringatan Maulid Nabi ini, antara lain: Barsanji (pengajian), khatam Qur’an oleh anak-anak desa, rebanaan dan diakhiri dengan Walasuji. Tradisi Walasuji yang diadakan di Masjid Al-Idjtihad Desa Katupat diawali dengan ceramah, kemudian sholat Ashar berjamaah dan diakhiri dengan pembagian telur serta kue tradisional setempat oleh panitia Walasuji. Di malam harinya diadakan pertemuan dengan pihak pemerintah desa sekaligus memberikan donasi buku yang telah dikumpulkan dari para relawan kepada pihak Everto. VoV kali ini juga merupakan bagian dari salah satu project Carelaig untuk program Pustaka Pesisir Carelaig.

Di hari kedua para relawan melakukan trip ke berbagai lokasi wisata yang ada di Kepulauan Togean, seperti California Reef, Pulau Bahia Tomini dan Pulau Papan.Sebelum berangkat para realwan menyempatkan untuk mendongeng pada anak-anak Pulau Katupat.

Sharing session seputar kesehatan dengan masyarakat Desa Katupat membuka hari terakhir kami di desa tersebut. Para relawan yang didominasi pekerja dari bidang kesehatan memberikan pemahaman/solusi kepada masyarakat tentang masalah kesehatan yang sering mereka alami di aula kantor desa.

Sebelum berangkat ke Pelabuhan Wakai untuk kembali ke Gorontalo, para relawan berkunjung ke rumah pengrajin daur ulang barang bekas yang di inisiasi oleh Everto. Para pengrajin ini dapat menghasilkan beberapa kerajinan tangan unik yang bisa dibawa pulang oleh para wisatawan sebagai buah tangan khas Togean, seperti sling bag, dompet serta topi yang terbuat dari tas kresek/botol minuman bekas

.

ketenaran akan kecantikan Kepulauan Togean memang kian meningkat, terlebih lagi di telinga wisatawan mancanegara. Tentu hal ini menjadi peluang untuk meningkatkan sektor industri yang diharapkan dapat berimbas positif bagi perekonomian masyarakat. Akan tetapi, manfaat geliat industri wisata tidak menyentuh semua kalangan. Masyarakat lokal sebagian besar tetap hidup sederhana sebagai petani atau nelayan, dan nyaris tanpa pendapatan.

Di sisi lain, masalah ekologi yang muncul belakangan dan dapat berkibat fatal bagi keindahan dan kelestarian lingkungan menjadi fokus yang lain lagi. Sampah plastik yang kian meningkat jumlahnya dan tak pernah ada langkah solutif tentu akan menjadi ancaman.  Dari masalah-masalah ini lah kenapa  Everto mendirikan rumah pengarjin daru ulang barang bekas untuk mengatasi Masalah dan membedayakan masyarakat yang ada di Kepulauan Togean.

Tunjukan dukunganmu untuk masyarakat pesisi dengan mengumpulkan buku lewat donasi ataupun sumbangan berupa buku bacaan untuk masyarakat pesisir di https://carelaig.com/campaigns/pustaka-pesisir/

 

Bagikan:

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *